PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN YANG EFEKTIF DAN EFISIEN DI DAERAH PERIFER MELALUI PROGRAM NUSANTARA SEHAT
Top decision makers
|
Menteri Kesehatan
|
DPRD
|
Middle Manager
|
Kepada Badan PPSDM, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kepala Badan Litbangkes
|
Bupati/Walikota
|
Sekertaris Jenderal
|
Bappeda, Dinas Kesehatan
| |
Support Staff
|
Bupati/Walikota
|
Dinas Pendidikan, Badan Keuangan Daerah, Badan Kepegawaian Daerah,Badan Pengawas Daerah,Camat,Lurah
|
Operating core
|
Tim Based (dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian)
|
Tim Based (dokter, dokter gigi, perawat/perawat gigi, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian)
|
Clients
|
Masyarakat perifer (daerah terpencil, perbatasan, kepulauan dan daerah bermasala kesehatan)
|
Masyarakat perifer (daerah terpencil, perbatasan, kepulauan dan bermasala kesehatan)
|
Program Nusantara Sehat merupakan salah Program Kementerian Kesehatan dalam upaya mewujudkan penguatan Pelayanan Kesehatan (Yankes) Primer. Program sejalan dengan ini Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dalam rangka mencapai Universal Health Coverage (UHC) pada tahun 2019 dalam rangka Meningkatkan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia
Program ini didasari oleh permasalahan kesehatan yang mendesak seperti angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi, angka gizi buruk, serta angka harapan hidup yang sangat ditentukan oleh kualitas pelayanan primer. Penguatan yankes primer mencakup tiga hal: Fisik (pembenahan infrastruktur), Sarana (pembenahan fasilitas), dan Sumber Daya Manusia (penguatan tenaga kesehatan).
Program ini bertujuan untuk menguatkan layanan kesehatan primer melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar di Daerah Terpencil Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) dan Daerah Bermasala Kesehatan (DBK) serta dalam rangka menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan, menggerakan pemberdayaan masyarakat serta memberikan pelayanan kesehatan yang terintegrasi serta meningkatkan retensi tenaga kesehatan.
Efisien melalui pendekatan secara komprehensif dengan mempertimbangkan setiap aspek isu kesehatan yang membutuhkan sinergi, komitmen dari berbagai pihak agar dapat mencapai target pembangunan kesehatan, dalam rangka peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama untuk DTPK dan atau DBK dengan pendekatan promotif, preventif dan kuratif. Hal ini dapat mengurangi biaya operasional dilapangan.
Efektif melalui penempatan tenaga kesehatan berbasis tim, anggota tim berbagai jenis tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian yang secara langsung berinteraksi dengan "clients" masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan di daerah perifer
Menurut Henry Mintzberg, konfigurasi dalam organisasi terdiri dari beberapa beberapa elemen antara lain: the strategic apex manajer tingkat puncak, yang diberi tanggungjawab organisasi keseluruhan, Middle Line (middle management) para manajer yang menjadi penghubung antara the operating core dengan the strategic apex, Technostructure, para analis yang mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan bentuk standarisasi tertentu dalam organisasi, Support Staff orang-orang yang mengisi unit staf yang memberi jasa pendukung tidak langsung kepada organisasi, Operating Core para pegawai yang melaksanakan pekerjaan dasar yang berhubungan degan produksi dari produk dan jasa.
Program ini merupakan program nasional yang buat oleh Pemerintah pusat (Kemenkes) dalam rangka menciptakan masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan sebagai salah satu misi pemerintah tahun 2015-2016. Menteri Kesehatan sebagai penanggung jawab masalah pembangunan kesehatan dalam konfigurasi ini sebagai top decision maker. Menteri Kesehatan membutuhkan para Middle Manajer dalam hal ini adalah Kepada Badan PPSDM, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kepala Badan Litbangkes. Para Middle Manajer ini berperan sebagai penghubung dengan konfigrasi the operating core dengan the strategic apex.
Untuk mengatur pelaksanaan program ini dibutuhkan payung hukum atau regulasi yang dijadikan acuan dalam pelaksanaannya (penataan dan tata laksana), hal ini merupakan tanggung jawab dari Sekertariat Jenderal (Biro Hukum dan Organisasi) dibantu oleh tim baik dari lingkungan Sekertariat Jenderal maupun unit utama dilingkungan Kemenkes.
Support Staff, dibutuhkan dukungan untuk keberhasilan program ini dari pemerintah daerah (Bupati/Walikota) diantaranya berupa: menjamin keselamatan dan keamanan tenaga kesehatan di daerah penugasan(team based); menyediakan sarana, prasarana, dan fasilitas tempat tinggal yang layak untuk menunjang pelaksanaan tugas; menerbitkan Surat Izin Praktik (SIP) untuk tenaga kesehatan penugasan khusus berbasis tim (team based) dalam mendukung program ini sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Operating Core, merupakan Tim yang beranggotakan tenaga profesional kesehatan dengan latar belakang medis seperti dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian yang berusia antara 30 sd 35 tahun
Client, sesuai dengan tujuan program ini diharapkan dapat langsung menyentuh masyarakat daerah perifer diseluruh nusantara untuk mendapatkan layanan kesehatan primer bukan hanya kuratif tetapi juga promotif dan preventif untuk mengamankan kesehatan masyarakat (public health)
Dalam rangka sustainability diharapkan kedepannnya secara bertahap diambil alih oleh pemerintah daerah. Adannya replikasi atau extended program ini untuk menjamin pemenuhan pelayanan kesehatan dasar yang merupakan hak asasi semua warga Negara, tidak terbatas oleh sumber daya serta faktor-faktor lainnya.
Husni Mochtar
Health Policy and Management,
Department of Public Health, Faculty of Medicine
Gadjah Mada University
Mobile : +6281285004375
Tidak ada komentar:
Posting Komentar