Saya tinggal di Kota Singkawang, salah satu kota di Kalimantan Barat. Menurut saya, sejak pergantian walikota, tidak ada perubahan signifikan pada kebijakan dan manajemen pelayanan kesehatan.Bahkan,bagi masyarakat dirasakan semakin menurun kualitasnya.Ini terkait dengan kebijakan penghapusan Jamkesda yang diambil oleh walikota.Memang,kebijakan ini dilaksanakan di semua tempat pelayanan kesehatan.Namun,kebijakan ini tidak efektif dan merugikan masyarakat, terutama masyarakat penerima Jamkesda yang notabone berasal dari keluarga tidak mampu.Dalam hal ini,walikota selaku kepala daerah dan pengambil keputusan, kurang bisa berpikir bijaksana.Memang, penghapusan Jamkesda sudah lama disosialisasikan,namun pada kenyataannya,masyarakat banyak yang masih terkejut dengan hal ini.Setelah melihat 6 building blocks, kesimpulan saya, ada yang salah dalam sistem ini.Ya,leadership dari walikota yang berakibat fatal bagi masyarakat lantaran kurang bijaksana dan kurang empati pada warganya.Ini membuat warga menjadi resah, apalagi warga kurang mampu yang belum mendapat JKN ataupun KIS.Menang,Jamkesda akan diganti dengan JKN.Namun,hingga saat ini,warga belum memperoleh kartu JKN yang dimaksud.Dampak dari kurang bijaksananya keputusan walikota ini tentu sangat banyak.Tenaga kesehatan yang menjalankan health workforce menjadi bingung dan kewalahan menerima komplain.Selain itu,sosialisasi yang kurang maksimal juga menyebabkan warga merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan sepihak ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar