LEMBAGA ORGANISASI KESEHATAN KABUPATEN SORALANGUN
Pemberian PIN pada Balita 0 – 59 bulan di Seluruh Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama Tahun 2016
Versi I
|
Versi II
| |||
I A
|
I B
|
II A
|
II B
| |
Pemilik
|
Komunitas setempat
|
Dinkes
Kab.Sarolangun
|
Dinkes
Kab.Sarolangun
|
PKK
Kab.Sarolangun
|
Manager
|
PKK Kecamatan
|
Dokter Puskesmas,
|
Kadinkes Kab. Sarolangun
|
Ketua PKK Kab. Sarolangun
|
Operating core
|
Kader Kesehatan
|
Kader kesehatan
|
Dokter Puskesmas ,perawat dan Bidan
|
Dokter Puskesmas
|
Client
|
Balita usia 0-59 bulan
|
Balita usia 0-59 bulan
| ||
Birokrasi profesional
Seperti birokrasi mesin, birokrasi profesional didasarkan pada garis wewenang dan praktik administrasi standar. Namun, praktik dapat dibangun di atas standar yang ditetapkan oleh undang-undang, peraturan atau badan eksternal yang independen, termasuk badan-badan profesional. Mintzberg mengutip sekolah, rumah sakit dan praktek profesional sebagai contoh struktur ini. Dia menyarankan bahwa birokrasi profesional lebih demokratis daripada rekan mesin birokrasi, dan bahwa lebih mudah untuk memotivasi orang. Inti operasi adalah pengaruh koordinasi utama.
Manager merupakan orang yang diberikan kewenangan untuk mengatur pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) di wilayah Kabupaten Sarolangun seperti Ketua PKK Kabupaten, Kadinkes Kabupaten, Dokter Puskesmas dan Ketua PKK kecamatan. khususnya di seluruh wilayah Kerja Puskesmas dalam Kabupaten Sarolangun. Tentunya orang yang dipilih sebagai manejer itu tahu akan program yang akan dilaksanakan wilayah kerja nya dan akan tugas nya.,Manager adalah orang yang berperan sebagai direksi atau pimpinan organisasi yang bisa menafsirkan atau menentukan misi organisasi dan memastikan bahwa tujuannya konsisten dengan misi ini. Puncak strategis juga bertanggung jawab untuk mengelola hubungan organisasi dengan lingkungan makro.
Operating core merupakan orang yang terlibat dalam pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional yaitu Dokter Puskesmas, Perawat,Bidan dan Kader kesehatan yang berada di wilayah Dinas Kesehatan Kab. Sarolangun, Khususnya dilaksanakan di seluruh wilayah Puskesmas.Intinya kegiatan tersebut akan di berikan anak berumur 0 - 59 bulan diwilayah kerja Puskesmas Kab. Sarolangun sebanyak 25747 balita di 342 pos PIN. Dan tentunya semua anak balita mendapat Imunisasi Polio secara serempak di pos pelayanan PIN. Vaksin yang di berikan itu dalam keadaan baik atau tidak, dan bagaimana proses pembawaan vaksin dari puskesmas menuju ke tempat pos PIN tersebut benar atau tidak. Seandainya tidak maka Vaksin Polio yang kita berikan pada Balita tidak ada gunanya. Vaccine carrier biasanya di tingkat puskesmas digunakan untuk pengambilan vaksin ke kabupaten/kota. Untuk daerah yang sulit vaccine carrier sangat cocok digunakan ke lapangan, mengingat jarak tempuh maupun sarana jalan, sehingga diperlukan vaccine carrier yang dapat mempertahankan suhu relatif lebih lama.
Thermos digunakan untuk membawa vaksin ke lapangan/posyandu. Setiap thermos dilengkapi dengan cool pack minimal 4 buah @ 0.1 liter. Mengingat daya tahan untuk mempertahankan suhu hanya kurang lebih 10 jam, maka thermos sangat cocok digunakan untuk daerah yang transportasinya mudah dijangkau.
Calient merupakan seluruh anak balita sehat berumur 0 -59 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas di Kab. Sarolangun yan merupakan sasaran Pekan Imunisasi Nasional pada tahun 2016.
Apakah Pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) penting dilakukan di seluruh wilayah kerja Puskesmas dalam Kab. Sarolangun penting?
Ya ,Karena kalau tidak diberikan imunisasi palio maka anak menjadi kelumpuhan bahkan sampai meninggal.Virus polio menyerang tanpa peringatan, merusak sistem saraf menimbulkan kelumpuhan permanen, biasanya pada kaki. Sejumlah besar penderita meninggal karena tidak dapat menggerakkan otot pernapasan. penyakit itu disebut 'momok semua orang tua', karena menjangkiti anak-anak terutama yang berumur di bawah lima tahun
Mengapa Pekan Imunisasi Nasioanl Penting?
Ya, Karena Poliovirus adalah virus RNA kecil yang terdiri atas tiga galur berbeda dan amat menular. Virus akan menyerang sistem saraf dan kelumpuhan dapat terjadi dalam hitungan jam. Polio menyerang tanpa mengenal usia, lima puluh persen kasus terjadi pada anak berusia antara 3 hingga 5 tahun. Masa inkubasi polio dari gejala pertama berkisar dari 3 hingga 35 hari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar