Huw T O Davies, Sandra M Nutley, Russell Mannion (2000)
Downloaded from: http://qualitysafety.bmj.com/on march 16,2016.
Musa
Saya sangat tertarik dengan jurnal diatas, semakin baiknya suatu pelayanan kesehatan tidak terlepas dari budaya organisasi itu sendiri. Kebijakan kesehatan di banyak negara maju berkaitan dengan menilai dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, bahwa budaya membawa dampak penting dalam keberhasilan suatu organisasi kesehatan.
Budaya sebagai variabel organisasi: budaya organisasi muncul dari apa yang dibagi antara rekan-rekan dalam suatu organisasi, termasuk keyakinan bersama, sikap, nilai-nilai, dan norma-norma perilaku.
Asumsi ini kemudian menimbulkan nilai-nilai organisasi yang beroperasi pada tingkat standar dan tujuan yang individu atribut intrinsik. Kemudian, manifestasi konkret dari budaya, misalnya; upacara, tradisi dan struktur khas bisa berpengaruh terhadap kualitas pelayanan kesehatan.
Menurut Robbins dan Newman, ada beberapa aspek budaya yang harus diperhatikan dalam organisasi pelayanan kesehatan yaitu:
1. Attitudes to innovation and risk taking (Sikap untuk inovasi dan risiko pengambilan )
2. Degree of central direction (Tingkat arahan terpusat )
3. Patterns of communication (Pola komunikasi )
4. Outcome or process orientation (Hasil atau proses orientasi )
5. Internal or external focus (Fokus didalam / diluar )
6. Uniformity or diversity (Keseragaman atau keberagaman )
7. People orientation (Pelangan)
8. Team orientation (Kerjasama tim )
9. Aggressiveness/competitiveness (Agresif / bersaing )
10. Attitudes to change (Perubahan sikap )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar