Top
|
KPA Provinsi
|
KPA Kota/
|
Middle
|
KPA Kota/
| |
Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten
| ||
Operating Core
|
KDS
|
Anggota KDS (Bagi dalam beberapa divisi)
|
Support Staff
| ||
Client
|
ODHA
|
ODHA
|
*KPA
*KDS : Kelompok Dukungan Sebaya
*ODHA : Orang terinfeksi HIV/AIDS
| ||
Kelompok dukungan sebaya (KDS) merupakan kelompok yang terdiri dari orang terinfeksi HIV/AIDS. Mereka akan mendampingi orang terinfeksi HIV/AIDS (kasus baru). Komisi penanggulangan AIDS bertanggung jawab untuk berkoordinasi dengan KDS dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.
Dinas kesehatan dapat mengambil peran dalam pengawasan sehingga Dinkes memantau bagaimana perkembangan dan kebutuhan terkait pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Dengan demikian Dinkes dapat membuat regulasi terkait HIV/AIDS.
Penyuluh akan berperan saat ada orang terinfeksi HIV/AIDS yang belum pernah diberi paparan pengetahuan atau informasi tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. dengan keberadaan penyuluh, kredibilitas akan semakin meningkat sehingga menekan keraguan ODHA karena jika hanya anggota KDS saja yang menjelaskan bagaimana pengalaman kehidupan mereka sebagai ODHA tanpa ada penjelasan dari tenaga kesehatan (penyuluh) tentang HIV/AIDS maka mereka cenderung tidak percaya. Hal ini akan berdampak pada kontrol terhadap anggota KDS baru yang biasanya menolak untuk bergabung atau berbagi kisah hidup dalam pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan KDS.
Anggota KDS yang akan berperan dalam konsultasi atau lebih dikenal dengan istilah teman sebaya, sebaiknya dibagi dalam beberapa divisi berdasarkan jenis kelamin atau pekerjaan. Misalnya divisi anak/perempuan/laki-laki/pelajar/ibu rumah tangga. Salah satu kendala yang membuat pembagian divisi ini sulit diadakan adalah jumlah anggota KDS yang masih terbatas. Hal ini dapat diantisipasi dengan mengarahkan ODHA untuk terlibat dalam satu KDS dulu per wilayah sehingga setiap divisi berkesempatan mempunyai anggota yang tidak terlalu sedikit.
KDS biasanya turut mengambil peran dalam kontrol ODHA yang tercatat sebagai anggota mereka. Sebagian besar anggota KDS lama akan bertemu anggota baru di tempat VCT atau di rumah sakit. Pertemuan tersebut mungkin hanya berlangsung sekali karena ODHA menghindar ataupun tidak meninggalkan jejak sehingga kemudian tidak bisa ditemui lagi. Kadang-kadang ODHA yang hilang tersebut baru diketahui kabarnya jika sudah terlanjur mengalami kondisi yang parah atau bahkan meninggal.
Menurut saya, KPA harus memperkuat fungsi kontrol ini melalui KDS yang pada dasarnya lebih mudah untuk beroperasi di lapangan. Membangun kepercayaan ODHA adalah hal penting dalam memaksimalkan peran KDS untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA tersebut.