KETIDAKMAKSIMALAN PELAYANAN POSBINDU DI WILAYAH X

KETIDAKMAKSIMALAN PELAYANAN POSBINDU DI WILAYAH X

VERSI 1 (NYATA)
VERSI 2
TOP
Kepala puskesmas
Kepala puskesmas
MIDDLE MANAGER
Pengelola Program Promosi Kesehatan
Pengelola Program Promosi Kesehatan
TECHNOSTRUCTURE
Kementrian Kesehatan
Kementrian Kesehatan
SUPPORT SYSTEM
-  Dinas kesehatan
-  Tenaga kesehatan lain
-  Dinas kesehatan
-  Tenaga promosi kesehatan
-  Instruktur senam lansi
-  Keluarga lansia
OPERATING CORE
- Petugas kesehatan Posbindu yang merangkap Posyandu
- Kader
-  Petugas kesehatan khusus Posbindu
-  Kader khusus posbindu
-  Dokter atau perawat khusus gerontik
CLIENT
Lansia yang datang ke posbindu
Lansia yang datang ke posbindu

Berdasarkan defenisi secara umum, seseorang dikatakan lanjut usia (lansia) apabila usianya 65 tahun ke atas. Lansia bukan suatu penyakit, namun merupakan tahap lanjut dari suatu proses kehidupan yang ditandai dengan penurunan kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan stres lingkun\gan. Lansia adalah keadaan yang ditandai oleh kegagalan seseorang untuk mempertahankan keseimbangan terhadap kondisi stres fisiologis. Kegagalan ini berkaitan dengan penurunan daya kemampuan untuk hidup serta peningkatan kepekaan secara individual.
Menurut WHO, lansia dikategorikan menjadi empat kriteria berikut yaitu usia pertengahan (middle age) adalah 45-59 tahun, lanjut usia (elderly) adalah 60-74 tahun, lanjut usia tua (old) adalah 75-90 tahun, dan usia sangat tua (very old) adalah di atas 90 tahun.
Salah satu tugas tenaga kesehatan yang bisa membuat lansia mempertahankan kemampuan secara fisiknya adalah dengan memberikan pelayanan kesehatan yang bersifat komunitas, biasanya komunitas ini tergabung dalam suatu organisasi yang disebut posbindu. Posbindu atau Posyandu Lanjut Usia adalah wadah pelayanan yang diberikan pada lansia di masyarakat, yang proses pembentukan dan pelaksanaannya dilakukan oleh masyarakat bersama pemerintah dan swasta, dengan menitikberatkan pelayanan kesehatan pada upaya promotif dan preventif. Tujuan dari pemberian layanan kesehatan pada lansia ini adalah untuk menjaga lansia tetap sehat, mandiri, dan produktif.
Selama ini belum banyak daerah yang melaksanakan kegiatan posbindu. Biasanya puskesmas hanya terfokus pada pelayanan posyandu. Padahal pelayanan posbindu ini baik untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan baik untuk mempertahankan kondisi lansia yang masih bisa melakukan aktivitas sehingga dapat meningkatkan usia harapan hidup.
Dalam pelaksanaan pelayanan posbindu yang selama ini dikerjakan puskesmas, pekerja inti atau dalam hal ini disebut sebagai operating core yang memberikan pelayanan adalah tenaga kesehatan atau memberdayakan kader yang ada di pelayanan posyandu untuk balita. Mereka mengerjakan dua pelayanan yang memiliki sasaran berbeda. Hal ini menyebabkan ketidakmaksimalan dari pelayanan yang diberikan. Fokus pada klien sudah menjadi keharusan dari tujuan pelayanan kesehatan.
Pelayanan posbindu sebaiknya memiliki tenaga khusus yang fokus melayani lansia. Dalam hal ini operating core yang seharusnya memberikan pelayanan pada lansia adalah tenaga kesehatan yang tidak memiliki double jobdesk dengan sasaran yang berbeda, sehingga kegiatan lansia yang seharusnya banyak memerlukan inovasi karena lebih bersifat preventif dan promotive terhambat karena tenaga kesehatan tidak berfokus pada satu layanan. Kegiatan posbindu ini sebaiknya melibatkan banyak stakeholder seperti instruktur senam untuk melakukan kegiatan senam lansia, kemudian untuk mempertahankan daya ingat lansia bisa melibatkan dari orang-orang yang bergerak di bidang seni misalnya mengajarkan lansia untuk merajut atau yang lainnya. Karena dalam fase lansia ini, tugas dari tenaga kesehatan adalah mempertahankan kondisi lansia agar tetap sehat jangan sampai kesehatan dari lansia ini menurun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar