Di dalam artikel ini, menceritakan tentang menerapkan Konsep Total Quality Management (TQM) di dalam Organisasi Kesehatan. Total Quality Management (TQM) adalah partisipasi dengan menggunakan pendekatan sistematis di dalam perencanaan dan implentasi proses perbaikan organisasi terus menerus. Pendekatan ini difokuskan untuk memuaskan harapan pelanggan, identifikasi masalah, membangun komitmen, dan mempromosikan keputusan di kalangan pekerja secara terbuka. TQM merupakan alat analitis, seperti aliran dan grafik statistik dan cek lembar, yang berguna untuk mengumpulkan data tentang kegiatan dalam suatu organisasi. TQM menggunakan teknik proses, seperti sebagai kelompok nominal, brainstorming, dan membentuk konsensus untuk memfasilitasi komunikasi dan pembuatan keputusan. Untuk Proses mengintegrasikan TQM di dalam lembaga kesehatan masyarakat, di buat Model Program standar dan metodologi penilaian, seperti Assessment Protokol for Excellence di Public Health (APEX-PH), yang mekanismenya digunakan untuk menetapkan arah strategis bagi masyarakat kesehatan. Pedoman ini mendefinisikan peran manajemen, mendefinisikan budaya umum organisasi, menyempurnakan peran masyarakat, dan pengaturan perkiraan yang realistis dari waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas atau proyek di dalam Organisasi Kesehatan.
Kekuatan TQM berfokus pada proses kerja, menerapkan teknik analisis dan perilaku mereka untuk meningkatkan proses dalam sebuah organisasi. TQM mensyaratkan bahwa semua personel memiliki pemahaman jelas tentang proses kerja dan hubungan yang mengirim ke sistem yang lebih besar
Keberhasilan utama TQM dalam kesehatan masyarakat tergantung pada kemampuan petugas kesehatan masyarakat, manajer administrasi yang profesional. Sukses akan tergantung pada mereka dengan kemampuan untuk memenuhi tantangan berikut
Aksi 1: Mendefinisikan peran manajemen
Aksi 2: Tentukan budaya perusahaan yang mendukung.
Aksi 3: Mendefinisikan peran pengawasan warga/masyarakat dan regulasi.
Aksi 4: Peta lintasan tujuan.
Aksi 5: Perjalanan proses standar yang digunakan untuk mengukur suatu organisasi
Aksi 6: Buat organisasi lebih bersahabat
Aksi 7: Berdayakan staf untuk mengatasi masalah
Aksi 8: Hindari praktek sindrom
Aksi 9: Tetapkan harapan waktu yang realistis.
Aksi 10: Membuat manajemen model untuk peningkatan continuous
Referensi :
Kaluzny, A. D., McLaughlin, C. P., & Simpson, K. (1992). Applying total quality management concepts to public health organizations. Public health reports, 107(3), 257.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar